Selasa, 01 Desember 2020

Aksi nyata filosofi Pendidikan KHD dengan Pembelajaran Berbasis Lokaly/Budaya Biak (Mahkota Adat Papua Kaswari) dalam materi Titik Berat dan Elastisitas mata pelajaran Fisika DI SMA NEGERI 1 BIAK

  Aksi nyata filosofi Pendidikan KHD dengan Pembelajaran Berbasis Lokaly/Budaya Biak (Mahkota Adat Papua  Kasuwari) dalam materi Titik Berat dan Elastisitas mata pelajaran Fisika  DI SMA NEGERI 1 BIAK

    PGP-I-KABUPATEN BIAK NUMFOR-Hj. ARLIES SUBIASTUTI-I.I-AKSI NYATA



Latar Belakang :

Tujuan pendidikan adalah memajukan bangsa secara menyeluruh tanpa membeda-bedakan agama, etnis, suku, budaya, adat, kebiasaan, status ekonomi, status sosial serta didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan sejati. Dasar-dasar pendidikan Barat dirasakan Ki Hadjar tidak tepat dan tidak cocok untuk mendidik generasi muda Indonesia karena pendidikan barat merusak kehidupan batin anak-anak. Akibatnya, anak-anak rusak Budi Pekertinya karena selalu hidup di bawah paksaan/tekanan. Memasuki abad 21 kemajuan teknologi telah memasuki berbagai sendi kehidupan, termasuk pendidikan. Oleh sebab itu, perlu kiranya sebagai generasi penerus bangsa kembali membedah intisari dari konsep pendidikan menurut KHD yang Merdeka belajar dan Student Center. Masing-masing daerah mempunyai keunggulan potensi daerah yang perlu dikembangkan yang lebih baik lagi. Keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing daerah sangat bervariasi. Dengan keberagaman potensi daerah ini perlu mendapat perhatian khusus bagi pemerintah daerah sehingga anak-anak tidak asing denga daerahnya sendiri dan faham betul tentang potensi dan nilai-nilai budaya denagan daerahnya sesuai tuntutan ekonomi global. Pendidikan nasional kita harus mampu membentuk manusia yang berintegritas tinggi. Kearifan lokal dan keunggulan lokal memiliki hubungan,yaitu kearifan lokal merupakan kebijakan manusia dalam mengembangkan keunggulan lokal yang sadar pada filosofi nilai-nilai etika,cara-cara dan perilaku yang melembaga secara tradisional.

DESKRIPSI AKSI NYATA

Setelah membuat Rancangan Aksi Nyata terkait latar belakang tersebut, berikut tindakan aksi nyata yang Penulis tuangkan dalam Linimasa tindakan. kegiatan aksi nyata 

Ini dilaksanakan selama 4 minggu.mulai dari tanggal 02 – 28 Nopember 2020.

Minggu ke-1 : Guru menyusun kerangka pembelajaran berupa RPP, media pendukung dan penilaian pembelajaran di kelas. Guru memutuskan untuk menggunakan model pembelajaran project based learning. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyelesaikan project berupa laporan projek. Ada beberapa kegiatan dalam

melaksanakan aksi nyata yaitu, pertama berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk rencana pembelajaran. Siswa dibagi kedalam 4 kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 5-6 orangm masing-masing. Memberitahukan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan, pada saat

koordinasi dengan kepala sekolah penulis menyampaikan bahwa kegiatan aksi nyata dilaksanakan di sekolah. 

Minggu ke-2 dan ke-3 : Peserta didik action untuk melakukan pembelajaran fisika Titik Berat dan elastisitas yang diintegarasikan dengan kearifan budaya lokal dengan membuat mahkota adat Papua

Minggu ke-4 : Seluruh peserta didik selesai mengunggah karyanya yang inspiratif di media sosial dan saling memberikan komentar positif, dari kegiatan ini bisa diketahui antusias peserta didik dalam mengikuti pembelajaran project based learning. Tindakan aksi nyata yang penulis lakukan memiliki dampak yang besar untuk pembelajaran yang menyenangkan.

 Tujuan sebagai berikut :

Diharapkan peserta didik mempunyai Budi pekerti yang baik serta beraklak mulia,merdeka belajar serta pembelajaran yang berpusat pada murid diera milineal dan revolusi industri 4.0 dan ditunjang dengan kearifan lokal budaya

Tolok Ukur 

Perubahan pada peserta didik ke arah yang lebih baik seperti pribadi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta beraklak mulia,kedisiplinan,kesopanan,kejujuran,kolaborasi,kreatifitas,mandiri dan kebhinekaan .

  Untuk melakukan aksi nyata tersebut, penulis memerlukan dukungan dari pihak-pihak sebagai berikut 

Orang Tua murid yang membantu pemantauan belajar murid di rumah

24  murid Kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Biak yang berkomitmen dan memiliki semangat belajar.Lingkungan sekitar yang mendukung pelaksanaan proyek wawancara

ABSENSI KEPSEK ,GURU DAN PESERTA DIDIK


Tahapan Pelaksanaan Aksi Nyata :

Tahapan pembelajaran aksi nyata yaitu :


HASIL DARI AKSI NYATA YANG DILAKUKAN

Hasil yang diperoleh dari aksi nyata  dapat dipaparkan sebagai berikut.

1.      Guru dapat mengembangkan inovasi pembelajaran yang berpihak pada murid sebagai tujuan merdeka belajar. Penekanan merdeka belajar pada kesanggupan untuk melibatkan orang tua sebagai sumber belajar dirumah, inovasi karya berdasarkan potensi yang dimiliki, dan kebebasan berpendapat saat mempresentasikan hasil karya.

2.      Membangun kolaborasi demi memaksimalkan kegiatan belajar anak. Kreativitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan.

3.      Menanamkan pendidikan karakter menuju Profil Pelajar Pancasila berdasarkan konsep budaya Biak

4.      Memberikan kebebasan peserta didik untuk berkarya sesuai minatnya dalam upaya menghemat energi..

5.      Peserta didik mampu mempresentasikan produk yang dibuat tentang konsep  dilatih kemandiriannya saat mengerjakan tugas proyeknya dengan mencurahkan segala potensi yang dimiliki, mencari informasi dari berbagai literatur seperti buku, video youtube, ataupun searching pada Google

6.      Penerapan model PBJL disisipkan dengan pemberian materi secara kontekstual sesuai kehidupan nyata di Biak. Seperti konsep kearifan lokal Biak 

Feedback Guru







 REFLEKSI AKSI NYATA

Hal baik yang di dapat dari aksi nyata kemandirian bahkan kreatifitas anak. Perubahan metode pembelajaran yang dilakukan membuat anak merasa senang dan termotivasi untuk mengembangkan diri secara mandiri. Hal ini bisa dilihat dari karya yang mereka buat sangat bervariasi dan otentik dan sesuai dengan tujuan belajar yang mereka pilih sendiri. Murid percaya diri mempresentasikan dan menampilkan hasil proses belajarnya kepada teman dan orang tua  melalui sosial media

untuk diberikan umpan balik dan review     mewujudkan merdeka belajar tersebut adalah perlahan mengubah mind set penulis tentang pola pengajaran guru. Jika awalnya penulis selalu memberikan tugas melalui instruksi sekarang lebih diupayakan memberikan tuntunan tanpa melepaskan. Kesepakatan di awal pembelajaran diperlukan untuk menggali potensi peserta didik. Kemandirian akan terbentuk jika guru mampu mengarahkan peserta didik menuju kemandiriannya. Dari tuntunan tersebut akan tercipta kreativitas peserta didik sesuai potensi yang dimilikinya. Pelibatan orang tua sebagai sumber belajar mendapat apresiasi positif dari orang tua yang terlihat dari komentar orang tua pada jurnal kebaikan.

Kendala yang dialami, yaitu beberapa anak sering bertanya secara terus menerus tentang tugasnya satu persatu melalui WA pribadi. Karena pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, maka kesulitan komunikasi memang menjadi tantangan segenap pihak. Tuntunan dan kesabaran guru diperlukan sebagai solusi permasalahan tersebut


RENCANA PERBAIKAN DI MASA MENDATANG

Kedepannya penulis akan merefleksi sistim pembelajaran student center yang menyenagkan dan nyaman merdeka belajar serta menularkan hal-hal baik yang sudah dilakukan terkait penerapan merdeka belajar kepada rekan-rekan guru di sekolah. Secara berkala pada waktu rapat, seluruh guru diajak untuk melakukan refleksi tentang praktik baiknya mengajar. Sehingga dari refleksi tersebut akan muncul keberhasilan dan kelemahan yang perlu diperbaiki. Keberhasilan yang dialami guru akan menjadi kekuatan bagi sekolah untuk meningkatkan layanannya kepada peserta didik.


DOKUMENTASI





















KASUMASA DAN TERIMA KASIH




0 comments:

Posting Komentar